Ini Slide Pertama

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ini Slide Kedua

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ini Slide Ketiga

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 29 Oktober 2013

Usaha Biro Perjalanan Wisata

Biro perjalanan wisata sebagian dari usaha jasa juga berperan penting dalam mempromosikan satu lokasi wisata. Biro perjalanan wisata yang menjual paket-paket wisata saat ini menjadi salah satu usaha yang selalu dibutuhkan mengingat kebutuhan masyarakat untuk meluangkan waktu berlibur dengan berwisata.

Penawaran paket perjalanan wisata yang menarik untuk kalangan pelajar berupa tour wisata pendidikan dan kegiatan outbound yang dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan serta menambah adrenalin dari peserta kegiatan outbound itu sendiri.


Adapun layanan jasa lainnya diantaranya: tour wisata kuliner, tour wisata family, tour wisata pabrik, tour wisata honeymoon, tour wisata rohani seperti umroh dan haji serta penjualan tiket pesawat.

Pada saat pertama menjalankan usaha promosi dari mulut ke mulut dan bekerja sama dengan rekanan-rekanan kerja yang bergerak dibidang usaha yang sama serta menjadikan internet sebagai salah satu alat atau media yang efektif untuk berpromosi.

Penawaran harga untuk masing-masing paket wisata bervariasi dengan didasarkan pada tujuan lokasi wisata dan lamanya berwisata ( sudah termasuk waktu perjalanan ). Dari setiap paket wisata fee yang didapat sekitar 15%. Fee tersebut diperoleh dari pihak hotel sebesar 10-15%, lestoran 5-10%, bis pariwisata 10-15%, tempat wisata dan lainnya, karena pelaku usaha biro perjalanan wisata sifatnya sebagai perantara untuk menggunakan fasilitas-fasilitas wisata.

Asumsi perhitungan modal usaha untuk bisnis biro perjalanan wisata system online dan dapat dilakukan dimana saja termasuk dari rumah tinggal.

Barang Modal
Peralatan:
Laptop Rp. 4.500.000,-
Modem External USB Rp. 450.000,-
Pulsa Rp. 150.000,-
Jumlah Rp, 5.100.000,-

Biaya operasional per bulan
Karyawan/tour guide 2 orang Rp. 2.400.000,-
( 2 orang x Rp. 400.000,- x 3 paket )
Pulsa internet Rp. 200.000,-
Telpon Rp. 200.000,-
Listrik Rp. 200.000,-
Transportasi survey lokasi Rp. 2.000.000,-
Jumlah Rp. 5.000.000,-

Omset jasa
( Omset penjualan paket x banyak paket x persentase intensif )
Rp. 1.200.000,- x 40 orang x 3 paket x 7,5 % Rp. 10.800.000,-
Biaya operasional Rp. 5.000.000,-
Keuntungan ( 54,6% ) Rp. 5.800.000,-

Dari perhitungan diatas modal awal yang diperlukan untuk usaha biro perjalanan wisata adalah Rp. 10.000.000,- Bila pelaku usaha menawarkan paket wisata tour Bali menggunakan 1 bus pariwisata kapasitas 43 seat ( 7 hari 3 malam ) dengan biaya Rp.1.200.000,-/orang. Tiap bulan diamsumsikan pelaku usaha dapat menjual paket wisata tour Bali sebanyak 3 paket wisata tour Bali. Bila setiap paket wisata diikuti oleh 40 orang, dan intensif/jasa yang diperoleh pelaku usaha biro perjalanan wisata berkisar 5-10% (nilai rata-rata 7,5%) dari paket wisata.

Usaha Pakan Unggas

Harga berbagai jenis pakan unggas yang terus meningkat tentu mencekik leher para peternak. Apalagi porsi biaya pakan bisa mencapai 70-80% dari total pemeliharaan unggas. Hal ini membuka peluang bisnis pakan unggas skala rumahan yang menggunakan bahan baku lokal yang ada disekeliling lokasi produksi namun kualitas tak kalah dengan pakan produksi pabrikan.
Karena itulah, peluang untuk pakan unggas produksi rumahan ini bisa dibuat dari bahan-bahan yang murah dan mudah didapat, dengan kwalitas tak kalah dengan pakan unggas pabrikan.
Untuk membuat pakan unggas rumahan, bisa menggunakan bahan baku yang ada disekitar lingkungan. Antara lain:
ü Jagung dengan kisaran pemakaian sampai 50%.
ü Dedak dengan pemakaian 5-8% ( jika tidak ada dedak bisa diganti dengan pollard – hasil samping industri terigu berupa powder/tepung ).
ü Bungkil kedelai yang biasanya dipakai sebanyak 10-25%. Sampai saat ini bungkil tersebut 100% impor. ( bungkil merupakan sumber nabati yang paling berkualitas karena asam amino yang seimbang. Sehingga bahan baku penggantinya tidak akan sebagus bungkil kedelai ).
ü CGM ( Corn Gluten Meal ) yang terbuat dari jagung. Pemakaiannya berkisar 3-8%. Bahan inilah yang membuat warna kuning cerah dan bau ransom/pakan cukup enak.CGM inilah yang bisa digunakan jika bungkil kedelai tidak tersedia.
ü MBM ( Meat Bone Meal ) yang terbuat dari jagung. Pemakaiannya berkisar 1-8%. Jika tidak tersedia, bahan ini bisa digantikan dengan tepung ikan. 100% MBM ini masih impor.
ü Sumber mineral dan vitamin dengan pemakaian berkisar 0-5%. Seperti DCP (dicalsium phosphate), premix, asam amino lisin-metionin dll.
Selain bahan baku, untuk membuat pakan unggas rumahan dibutuhkan peralatan standar yaitu:
- Timbangan.
Sangat penting untuk mengukur jumlah bahan baku yang digunakan serta jumlah pakan yang akan dijual.
- Mesin Penggiling.
Untuk menghaluskan bahan baku dan tempat mencampur.
- Terpal.
Berfungsi sebagai wadah penjemuran.
- Sekop.
Alat untuk memindahkan bahan baku.
- Mesin jahit karung.
Untuk menutup karung plastic sebagai kemasan pakan curah.
- Oven.
Untuk mengeringkan bahan pakan agar pengeringannya tidak tergantung sinar matahari.
Hal lain yang tak kalah penting bagi pemula adalah menentukan lokasi produksi, sehingga bisa menghemat biaya transportasi. Sebaiknya lokasi produksi dekat dengan sumber bahan baku, namun jika hal tersebut sulit dilakukan, cukup menempatkan lokasi produksi pada jalur yang mudah diakses transportasinya.
Dalam pemasaran biasanya pelaku usaha pakan unggas rumahan menjual langsung ke peternak atau supplier. Para pelaku usaha pakan sebaiknya memiliki pola bisnis yang terintegrasi mulai dari hulu ke hilir. Dalam hal ini para pelaku usaha sudah memiliki bahan baku mulai dari lingkungannya sendiri, hingga dalam hal penjualan produk jadi, misalnya pasar yang disasar ke peternak sebagai pengguna sehingga bisnisnya bisa berjalan dengan pasti dan aman. Jadi tidak perlu pusing lagi mencari pasar.
Hingga saat ini para pelaku usaha kecil masih kesulitan jika mengejar kualitas produk perusahaan pakan yang besar. Lihat saja dari harga bahan baku, mereka biasanya membeli bahan baku dari pedagang bukan dari pabrik langsung atau dari distributor besar.
Untuk mengatasi kondisi seperti itu, para pelaku usaha seharusnya mencari alternative dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah didapat atau yang ada disekeliling mereka.
Pakan unggas rumahan biasanya tidak memiliki merek produk dan dijual secara curah, namun bila usaha pakan unggas rumahan sudah berkembang sebaiknya diberi merek pada kemasan pakan dilengkapi keterangan sesuai SNI, antara lain nama ( merek pakan ), nama produsen, nomor izin perusahaan, nomor izin produksi, nomor pendaftaran, jenis dan kode pakan, presentase kadar air, presentase kadar protein kasar, presentase lemak kasar, presentase serat kasar, presentase abu, kalsium, fosfor, kode produksi, tanggal kadaluarsa, cara penggunaan pakan, bahan baku penyusun pangan, dll.
Perhitungan Usaha Pakan Unggas
Masih sedikitnya para pemain pakan, membuat peluang usaha dibidang ini sangat terbuka lebar. Bagi anda yang tertarik mengambil kesempatan tersebut, berikut contoh perhitungan usaha produksi pakan unggas untuk pemula dengan lokasi usaha dari rumah.
Barang Modal
- Mesin Penggiling Rp. 5.000.000,-
- Karung 100 lembar @Rp.1300,- Rp. 130.000,-
- Peralatan ( terpal,sekop,ember,timbangan ) Rp. 500,000,-
Jumlah Rp. 5.630.000,-
Pengeluaran per Bulan
1. Bahan Baku
Bungkil kedelai 1.44 ton x Rp.4.500,-/kg Rp. 6.480.000,-
Jagung 1.44 ton x Rp.2.000,-/kg Rp. 2.880.000,-
Ikan 1.2 ton x Rp.1.600,-/kg Rp. 1.920.000,-
Dedak 480 kg x Rp. 1.200,-/kg Rp. 576.000,-
Bahan lain (tepung campuran kue,minyak ikan,dll) Rp. 100.000,-
Jumlah Rp.11.956.000,-
2. Biaya Operasional
Tenaga kerja 1 orang Rp. 900.000,-
Karung plastic 120 lembar @Rp.1.300,- Rp. 156.000,-
Biaya lainnya Rp. 100.000,-
Jumlah Rp. 1.156.000,-
Dari perhitungan diatas, modal awal dibulan pertama yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha produksi pakan unggas mencapai Rp. 18.240.000,-. Dengan hasil penjualan pakan sebanyak 4.560 kg/bulan dan harga jual Rp. 4.000,- dapat diproyeksikan:
Biaya bahan baku Rp. 11.956.000,-
Biaya operasional Rp. 1.156.000,-
Omset Rp. 18.240.000,-
Keuntungan (28%) Rp. 5.128.000,-

Usaha Cuci Motor

Melihat populasi kendaraan bermotor roda dua yang kian meningkat membuat usaha pencucian motor berpeluang bagus, apalagi menjelang dan paska lebaran permintaan akan naik hingga 70%. Pada saat memulai usaha sebaiknya para pelaku usaha selain menyebarkan brosur dan memasang iklan ada baiknya para pelaku usaha memanfaatkan bengkel-bengkel yang terletak didekat lokasi usaha, untuk membantu mempromosikan tempat cuci motornya.

Berikut adalah perhitungan usaha pencucian motor:

Modal awal
Peralatan terdiri dari:
- 1 unit tangki snow wash stainless steel 3 mm full, kap 20 liter.
- 1 unit compressor ¾ hp multipro 12 L/ power one 24 L
- 3 meter selang high pressure + 2 pcs coupler
- 1 unit high pressure multipro HPW 880 MP 100 bar
- Shampoo pink 1 galon/ 5 liter + 1 liter semir ban kw 1
Jumlah Rp. 3.930.000,-

Biaya operasional
Tenaga kerja 2 orang @ Rp. 500.000,- Rp. 1.000.000,-
Listrik dan telpon Rp. 500.000,-
Lain-lain Rp. 300.000,-
Jumlah Rp. 1.800.000,-

Lama pengerjaan cuci motor tersebut diperkirakan menghabiskan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam. Jika bengkel dibuka dari pukul 08.00 – 18.00, dan tenaga kerja 2 orang, hingga volume jasa cuci bisa mencapai 20 kali perhari, dengan harga jasa cuci sebesar Rp.7.000,-/motor, sehingga dapat diproyeksikan sebagai berikut:

Jasa cuci Rp. 7.000,- x 20 x 30 hari Rp. 4.200.000,-
Biaya operasional Rp. 1.800.000,-
Keuntungan (60,7%) Rp. 2.400.000,-

Trik sukses memulai dan menjalankan bisnis usaha cuci motor / mobil ini :
1. Cari tempat stategis yang dilewati oleh lalu lalang motor atau mobil dengan tempat yang cukup padat penduduknya
2. Tempat pencucian motor mempunyai sedikit saingan.
3. Berikan promo dan diskon diawal memulai bisnis cuci motor ini.
4. Anda harus menpunyai keunggulan di banding pesaing lain baik jasa ataupun pelayanan.
5. Carilah pekerja yang ulet dan disiplin
6. Beramah ramahlah kepada setiap palanggan yang datang.
7. Memberikan harga yang relatif murah atau standar dengan tempat tempat yang lain.
8. Buatlah managemen atau administrasi yang rapi dan tersusun.
9. Berilah kupon bonus gratis cuci motor atau mobil setiap sepuluh kali kunjungan.
10. Berdoa dan tawakal kepada Allah SWT.

Usaha Minuman

memang tidak pernah pudar, hal ini dikarenakan bahwa minuman merupakan kebutuhan pokok manusia. Selain itu manisnya usaha minuman sangat terasa ketika bulan Ramadhan tiba, sebab saat itulah sebagian umat muslim akan memanjakan tubuh dengan minum minuman yang lebih istimewa dibanding ketika hari biasa.
Bahkan tak jarang mereka kewalahan untuk melayani pembeli. Kondisi demikian ini membuat orang melirik bahwa peluang usaha ini merupakan bisnis yang manis dan menjanjikan, terlebih lagi waktu untuk balik modal pun terbilang singkat terkait dengan tidak begitu bayak modal yang diperlukan. Bahkan sekarang ini anda bisa mendapatkan produk franchise minuman hanya dengan merogoh kocek 3 - 4 juta saja.


Apabila anda tertarik untuk memperoleh peluang usaha minuman, terdapat beberapa tips yang bisa anda lakukan supaya usaha minuman tersebut berjalan baik. Ini dia tips untuk memulai usaha minuman.
 Menentukan jenis minuman. Apakah minuman teh, minuman bersoda atau jenis minuman buah-buahan seperti es dan jus buah.

 Menyesuaikan lokasi usaha yang paling tepat. Apabila memilih jenis minuman ringan seperti teh maupun yang bersoda, maka lokasi seperti dekat perbelanjaan dan sekolah merupakan pilihan yang tepat. Namun apabila jenis minuman es buah atau minuman jus, maka akan lebih baik apabila memilih tempat yang nyaman serta cenderung mempunyai pemandangan yang indah.

 Utamakan kebersihan. Sebab baik itu usaha minuman maupun makanan tidak akan memperoleh apresiasi konsumen apabila nampak kotor dan jorok.

 Gandeng instansi atau komunitas. Maksudnya jika mereka membuat acara tentu anda akan dipilih sebagai mitra kerja untuk menyediakan minuman.

 Apabila kondisi memungkinkan, sebaiknya pilih lokasi yang bersebelahan dengan tempat maupun stan yang menjual makanan.

 Apabila masih takut gagal atau ragu, maka disarankan sebaiknya memulai usaha ini dengan sistem waralaba. Sebab anda akan memiliki pendamping yang bisa anda ajak berdiskusi mengenai bisnis minuman ini.

Selain itu dalam memulai usaha minuman tentu perlu juga untuk memperhatikan konsep pemasar. Jadi tujuan dari konsep tersebut untuk memberikan kepuasan atas keinginan para konsumen. Konsep tersebut terdiri dari 3 unsur seperti :
 Berorientasi kepada konsumen, di sini kita harus melihat sasaran dari penjualan produk kita.
 Menyusun kegiatan pemasaran, di sini kita bisa menyusun strategi dan merinci semua kegiatan pemasaran.
 Kepuasan konsumen, di sini perlu dilakukannya evaluasi produk.

Demikianlah hal-hal yang perlu anda perhatikan mengenai peluang usaha minuman yang cukup menjanjikan.

Peluang Usaha Pakaian

kini menjadi trend tersendiri di kalangan mahasiswa dan ibu rumah tangga, karena semakin mudah untuk dijualkan baik offline maupun online. Pakaian merupakan hal yang wajib dimiliki oleh manusia dan hampir secara berkala manusia bertukar pakaian yang baru, namun saat ini pakaian yang bermodel menjadi daya tarik bagi seseorang yang hobby shopping seperti model pakaian rajut atau bahkan model pakaian korea.
Model pakaian seiring waktu terus berganti, hal ini menjadikan penjual pakaian meskipun dalam kondisi sepi tetapi tetap saja menghasilkan. Karena biasanya kaum hawa selalu mengikuti gaya yang paling modis dan sesuai dengan kondisi saat itu juga. Hasilnya setiap ada model baru, para wanita menjadikan hal wajib untuk membeli pakaian meskipun harga yang dipasarkan cukup mahal.
peluang-usaha-pakaian

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sekarang kecanggihan teknologi menjadi salah satu fasilitas yang dapat digunakan dan mudah untuk memasarkan pakaian. Itu sudah terbukti dari sejumlah pedagang yang mulai menjualkan pakaiannya ke dalam online.
Internet yang bisa diakses oleh seluruh orang kini bisa melihat pakaian yang diperjualbelikan. Untuk memulai usaha ini, langkah pertama yang dilakukan ialah memilih pakaian dari agen yang murah, kemudian dijual lagi dengan harga yang sama atau sedikit lebih tinggi. Kemudian jika ingin memasarkannya kedalam online, harus difoto dahulu seluruh pakaian agar bisa dilihat oleh orang lain.
Peluang usaha pakaian bukan hanya sekedar memfoto lalu menjual, melainkan harus mengerti cara menggunakan internet agar tidak salah langkah ketika mengoperasikannya. Jika ingin lebih banyak yang mengetahui, sebaiknya buat sosial media seperti twitter. Dan perbanyaklah pertemanan atau relasi sehingga jika tweet dikirim maka yang lain juga akan meretweet nya.
Harus rajin update barang terbaru dan harga yang ditawarkan jangan mahal dulu, karena pembelinya nanti tidak jadi beli atau menipu dengan berpura-pura sudah mentransfer uangnya.
Tidak rumit jika sudah mengerti strategi agar barang laku dijual setiap harinya asalkan mengerti cara-cara dari peluang usaha pakaian.

Minggu, 27 Oktober 2013

Usaha Budidaya Belimbing

Budidaya Belimbing

1. SEJARAH SINGKAT

Sebelum memulai Budidaya Belimbing, alangkah baiknya jika mengetahui sejarah tentang belimbing. Belimbing merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari kawasan Malaysia, kemudian menyebar luas ke berbagai negara yang beriklim tropis lainnya di dunia termasuk Indonesia. Pada umumnya belimbing ditanam dalam bentuk kultur pekarangan (home yard gardening), yaitu diusahakan sebagai usaha sambilan sebagai tanaman peneduh di halaman-halaman rumah. Di kawasan Amerika, buah
belimbing dikenal dengan nama /sebutan star fruits, dan jenis belimbing yang populer dan digemari masyarakat adalah belimbing (Florida).

Budidaya Belimbing madu
2. JENIS TANAMAN

Dalam taksonomi tumbuhan, belimbing diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
2) Divisi : Spermatphyta (tumbuhan berbiji)
3) Sub-divisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
4) Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua)
5) Ordo : Oxalidales
6) Famili : Oxalidaceae
7) Genus : Averrhoa
8) Spesies : Averrhoa carambola L. (belimbing manis); A.bilimbi L. (belimbing wuluh)
Di Indonesia dikenal cukup banyak ragam varietas belimbing, diantaranya varietas Sembiring, Siwalan, Dewi, Demak Kapur, Demak Kunir, Demak Jingga, Pasar Minggu, Wijaya, Paris, Filipina, Taiwan, Bangkok, dan varietas Malaysia. Tahun 1987 telah dilepas dua varietas belimbing unggul nasional yaitu : Varietas Kunir dan Kapur.

3. MANFAAT TANAMAN

Manfaat utama tanaman ini sebagai makan buah segar maupun makanan buah olahan ataupun obat tadisional. Manfaat lainnya sebagai stabilisator & pemeliharaan lingkungan, antara lain dapat menyerap gas-gas beracun buangan kendaraan bermotor, dll, menyaring debu, meredam getaran suara, dan memelihara lingkungan dari pencemaran karena berbagai kegiatan manusia. Sebagai wahana pendidikan,
penanaman belimbing di halaman rumah tidak terpisahkan dari program pemerintah dalam usaha gerakan menanam sejuta pohon.

4. SENTRA PENANAMAN

Sentra/pusat penanaman tanaman belimbing sebagai usaha tani secara intensif dan komersial adalah Malaysia. Pada tahun 1993 negara ini mampu mengekspor buah belimbing segar sebanyak 10.220 mt (metrik ton) senilai Rp. 2 miliar yang dipasok ke Hongkong, Singapora, Taiwan, Timur Tengah, dan Eropa Barat.

Budidaya Belimbing madu

5. SYARAT TUMBUH

5.1. Iklim
1) Untuk pertumbuhan dibutuhkan keadaan angin yang tidak terlalu kencang, karena dapat menyebabkan gugurnya bunga atau buah.
2) Curah hujan sedang, di daerah yang curah hujannya tinggi seringkali menyebabkan gugurnya bunga dan buah, sehingga produksinya akan rendah.
3) Tempat tanamnya terbuka dan mendapat sinar matahari secara memadai dengan intensitas penyinaran 45-50 %, namun juga toleran terhadap naungan (tempat terlindung).
4) Suhu dan kelembaban ataupun iklimnya termasuk tipe A (amat basah), B (agak basah), C (basah), dengan 6-12 bulan basah dan 0-6 bulan keing, namun paling baik di daerah yang mempunyai 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.

5.2. Media Tanam
1) Hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok pula untuk tanaman belimbing. Tanahnya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik.
2) Derajat keasaman tanah untuk tanaman belimbing yaitu memiliki pH 5,5-7,5.
3) Kandungan air dalam tanah atau kedalaman air tanah antara 50-200 cm dibawah permukaan tanah.

5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang cocok untuk tanaman belimbing yaitu di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan
1) Persyaratan Benih dan Bibit
Teknologi produksi bibit unggul belimbing harus selalu menggunakan pohon induk unggul atau pembiakan secara vegetatif (cangkok, okulasi, enten, dan susuan). Pembiakan secara generatif dengan biji tidak dianjurkan, karena hampir selalu memberikan keturunan berbeda dengan induknya (segregasi genetis). Oleh karena itu, pembiakan generatif (biji) hanya dimaksudkan untuk menghasilkan bibit batang bawah (onderstam) yang kelak digunakan pada perbanyakan vegetatif.
2) Penyiapan Benih
Penyiapan bibit unggul belimbing dilakukan dengan cara pembiakan vegetatif (cangkok, okulasi, susuan dan enten). Khusus pada perbanyakan vegetatif dengan cara penyambungan (okulasi, enten, susuan) diperlukan batang bawah atau bibit onderstam yang berasal dari biji (pembiakan generatif). Tata cara penyiapan batang bawah untuk penyiapan biji (benih) belimbing sebagai berikut :
a) Pilih buah belimbing yang sudah matang dipohon dan keadaannya sehat serta berasal dari varietas unggul nasional ataupun lokal.
b) Ambil (keluarkan) biji dari buah dengan cara membelahnya, kemudian tampung dalam suatu wadah.
c) Cuci biji belimbing dengan air bersih hingga bebas dari lendirnya.
d) Keringanginkan biji belimbing ditempat teduh dan kering hingga kadar airnya berkisar antara 12-14 %.
e) Simpan biji belimbing dalam suatu wadah tertutup rapat dan berwarna, atau langsung disemai di persemaian.
3) Teknik Penyemaian Benih
Penyiapan lahan persemaian meliputi tahapan sebagai berikut :
a) Tentukan (pilih) areal untuk lahan persemaian di tempat yang strategis dan tanahnya subur.
b) Olah tanahnya cukup dalam antara 30-40 cm hingga gembur, kemudian dikering-anginkan selama 15 hari.
c) Buat bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Arah bedengan sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan.
d) Tambahkan pupuk kandang yang matang dan halus sebanyak 2 kg/m2 luas bedengan sambil dicampurkan dengan tanah atas secara merata, kemudian rapikan bedengan dengan alat bantu papan kayu atau bambu ataupun cangkul.
e) Tancapkan tiang-tiang bambu di sisi Timur bedengan setinggi 100-150 cm dan di sisi Barat 75-100 cm, kemudian pasang pula palang-palang dari bilah bambu sambil diikat.
f) Pasang atap persemaian dari dedaunan (jerami) atau lembar plastik bening (transparan), sehingga bedengan persemaian lengkap dengan atapnya siap disemai biji belimbing.
Tatalaksana menyemai biji belimbing adalah sebagai berikut :
a) Rendam biji belimbing dalam air dingin atau hangat kuku (55-60 derajat C) selama 30 menit atau lebih.
b) Kecambahkan biji belimbing dengan cara disimpan dalam gulungan kain basah di tempat yang lembab selama beberapa waktu.
c) Semai biji belimbing yang telah berkecambah pada lahan pesemaian. Caranya adalah biji disebar di sepanjang garitan atau alur-alur dangkal pada jarak antar alur sekitar 10-15 cm, kemudian tutup dengan tanah tipis.
d) Biarkan kecambah tumbuh dan berkembang menjadi bibit muda.
4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pemeliharaan bibit selama di pesemaian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a) Penyiraman (pengairan) secara kontinyu 1-2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca.
b) Pemupukan dengan pupuk Nitrogen (Urea, ZA) ataupun NPK yang dilarutkan dalam air dengan dosis 10 gram/10 liter untuk disiramkan pada media pesemaian setiap 3 bulan sekali.
c) Pengendalian hama atau penyakit dengan cara memotong bagian yang terserang parah, perbaikan drainase tanah dan penyemprotan pestisida pada konsentrasi rendah antara 30-50 % dari yang dianjurkan.
5) Pemindahan Bibit
Penyapihan (pendederan bibit pada umur 6-8 bulan dari pesemaian ke dalam polibag atau keranjang atau lahan yang telah diisi media campuran tanah dengan pupuk kandang.

6.2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Luasan minimum yang diperlukan untuk operasional pembibitan adalah 2.000 m2, yang dapat menampung bibit sebanyak 5.000-10.000 bibit. Sedangkan lahan untuk pohon induk dapat disediakan tersendiri atau ditanam dalam lahan operasional. Syarat utama dalam pemilihan lahan adalah tersedianya air bagi tanaman, sebagai indikator alami ada atau tidaknya sumber air dapat digunakan pohon enau, karena umumnya pohon enau hidup di daerah yang banyak mengandung air. Ciri lain lahan yang mengandung air adalah daerah tersebut berada di suatu lembah bukit atau pegunungan. Lahan untuk tanaman belimbin di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl, dengan kedalaman air tanah antara 50-200 cm dibawah pemukaan tanah dan memiliki pH 5,5-7,5. Tanah lahannya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik, serta waktu penanaman yang paling baik di daerah yang mempunyai iklim antara 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.
2) Pembukaan Lahan
Tentukan areal lahan yang strategis dan subur, cara pengolahan lahan (pembajakan/pengarukan dan pencangkulan) tanah lahan cukup dalam antara 30-40 cm hingga gembur, kemudian dikeringanginkan selama 15 hari. Tambahkan pada tanah lahan yang telah diolah pupuk kandang yang matang dan halus sebanyak 2 kg/m2 kemudian rapikan bedengan sambil dicampurkan dengan tanah atas secara merata, dan dirapikan dengan alat bantu papan kayu atau bambu atau cangkal dan selanjutnya lahan siap ditanami.
3) Pembentukan Bedengan
Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Bedengan sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan. Pasang (tancapkan) tiang-tiang bambu di sisi Timur bedengan setinggi 100-150 cm, dan di sisi Barat 75-100 cm, kemudian pasang pula palang-palang sambil diikat. Selanjutnya pasang atap dari dedaunan (jerami) atau plastik bening (transparan) sehingga bedengan siap digunakan.

Budidaya Belimbing madu

6.3. Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanam
Penetuan jarak tanam dan pola tanam biasanya relatif tergantung pada luas lahan yang ada. Pada umumnya, bila areal lahan cukup luas maka jarak tanam antar tanaman belimbing dibuat sekitar 6 x 6 meter. Atau dapat pula digunakan dalan jarak tanam 5 x 5 m dengan pola tanam dalam bentuk kultur perkebunan secara permanen dan dipelihara intensif.
2) Pembuatan Lubang Tanam
Sebelum bibit ditanam, terlebih dulu dibuat lubang tanam. Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Lubang digali sedalam 50 cm, separuh tanah galian bagian atas dipisahkan, lubang diangin-anginkan selama 2-4 minggu. Setelah cukup dianginkan, tanah dibagian atas dicampur dengan pupuk kandang ayam
dengan perbandingan 1:1. Selain itu juga diberi pupuk NPK 20-10-10 sebanyak 1 genggam per lubang tanam. Kemudian campuran tanah dan pupuk itu dimasukkan kembali ke dalam lubang.
3) Cara Penanaman
Lubang yang sudah dipersiapkan untuk ditanami seperti diatas, setelah diberi pupuk tidak langsung ditanami, tetapi dibiarkan selama 1 minggu setelah itu baru ditanami. Bila yang ditanam bibit okulasi klon B17, maka pada waktu ditanam di lapang harus dikombinasikan/diseling dengan bibit klon B2. Caranya,diantara 8 tanaman B17 ditengah-tengahnya ditanami B2. Kombinasi ini dimaksudkan untuk membantu penyerbukan, karena menurut seorang ahli, diduga belimbing klon B17 ini bersifat male sterile, sehingga perlu bantuan serbuk sari klon B2 dalam penyerbukannya.

6.4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan dan penyulaman dimaksudkan agar buah lebih leluasa berkembang dan distribusi makanan hanya untuk buah yang dipelihara. Dalam penjarangan ini diusahakan tidak ada buah yang bergerombol atau berdempetan. Satu pohon diperkirakan hanya ada 100 buah belimbing yang dipelihara sampai besar.
Penjarangan dilakukan saat buah sebesar 2,5-5 cm, atau 5-10 hari setelah bunga bermekaran.
2) Penyiangan, Pembubunan dan Perempalan
Penyiangan, pembubunan dan perempalan dilakukan agar tanaman belimbing menghasilkan buah secara produktif, dan mendapatkan hasil yang maksimal. Penyiangan dilakukan dengan melakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman agar tanaman tidak saling berhimpitan. Hal ini untuk mendorong produksi
buah dan memudahkan pemanenan.
3) Pemupukan
Pemupukan untuk 3 bulan setelah tanam adalah 25 kg pupuk kandang ayam dengan 50 gram NPK/pohon. Umur setahun 25 kg pupuk kandang dengan 150 gram NPK/pohon. Umur 2 tahun diberikan 50 kg pupuk kandang dan 500 gram NPK/pohon, dan umur 3 tahun keatas diberikan 75 kg pupuk kandang dengan 1 kg NPK/pohon. Untuk media tanam berupa pot atau tanaman buah dalam pot (tabulampot) pemupukan diberikan pada waktu umur tanaman 1 bulan diberi pupuk dasar berupa campuran urea, TSP atau SP dan KCL (2:1:1) sebanyak 20 gr atau 2 sendok makan per pohon (pot). Pupuk tersebut dibenamkan dalam pot.
Setiap sebulan sekali dipupuk dengan pupuk nitrogen ZA sebanyak 10 gr dilarutkan dalam 10 liter air, larutan ini disiramkan pada tanaman belimbing dalam pot hingga tampak cukup basah. Pada tanaman belimbing yang sudah mulai berbunga dan berbuah diberi pupuk NPK sebanyak 25-50 gram/pohon
(pot)/tahun. Waku pemberian pupuk sebaiknya sebelum tanaman berbunga, setelah berbuah, dan seusai panen, sehingga tiap tahun minimal dilakukan pemupukan 3 kali masing-masing 1/3 dosis.
4) Pengairan dan Penyiraman
Tanaman belimbing banyak membutuhkan air sepanjang hidupnya. Di daerah yang sepanjang tahun mendapatkan air tentu tidak masalah, namun di daerah yang kering tanaman perlu diberi pengairan dan disiram. Sebagai indikasi bila tanaman perlu disiram yaitu bila rumput-rumput yang tumbuh dibawah pohon
sudah mulai layu. Penyiraman dapat dilakukan dengan cara penggenangan (dileb) atau disiram sampai daerah sekitar tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman ini kurang menyukai air tergenang, perlu diberi sarana drainase dan air segera dialirkan ke luar kebun agar tidak menggenang.
5) Waktu Penyemprotan Pestisida
Sebagai pencegahan terhadap hama dan penyakit tanaman belimbing maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida. Waktu penyemprotan pestisida dilakukan 2 minggu sekali, misalnya dengan Thamaron Super yang takarannya disesuaikan dengan dosis yang tertera pada kemasan.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama
1) Lalat buah (Dacus pedestris)
Lalat ini berwarna coklat kekuning-kuningan dengan dua garis membujur, pinggangnya ramping, bersayap seperti baju tidur yang strukturnya tipis dan transparan. Lalat betina meletakkan telur pada kulit buah, kemudian menetas menjadi larva. Larva inilah yang kemudian merusak daging buah belimbing hingga menyebabkan bususk dan berguguran. Pengendalian: dilakukan dengan cara pembungkusan buah pada stadium pentil (umur 1 bulan dari bunga mekar), mengumpulkan dan membakar sisa-sisa tanaman yang berserakan di bawah pohon, memasang sex pheromone seperti Methyl eugenol dalam botol aqua bekas.
2) Hama lain: kutu daun, semut ngangrang (Oecophylla smaragdina) dan kelelawar. Pengendalian : kutu daun dan semut dapat disemprot dengan insektisida yang mangkus seperti Matador 25 EC dll, sedangkan kelelawar harus dengan cara dihalau.

7.2. Penyakit
1) Bercak daun
Penyebab: cendawan Cercospora averrhoae Fres. Gejala: terjadi bercak-becak klorotik berbentuk bulat dan kecil-kecil pada anak daun. Daun yang terserang berat menjadi kuning dan rontok, bahkan sampai gundul pada tanaman muda atau stadium bibit. Pengendalian: dengan cara memotong (amputasi) bagian tanaman yang sakit dan disemprot fungisida yang berbahan aktif Kaptafol, seperti Difolatan, dll.
2) Penyakit kapang jelaga
Penyakit ini hidup sebagai saprofit pada madu yang dihasilkan oleh kutu-kutu putih. Gejala: permukaan daun tertutup oleh warna hitam, sehingga dapat mengganggu proses fotosintesis. Pengendalian : disemprot dengan fungisida yang mangkus, misalnya Dithane M45 pada konsentrasi yang dianjurkan.

Budidaya Belimbing madu

8. PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen (petik) buah belimbing sangat dipengaruhi oleh letak geografi penanaman, yaitu faktor lingkungan dan iklim. Di dataran rendah yang tipe iklimnya basah, umur petik buah belimbing sekitar 35-60 hari setelah pembungkusan buah atau 65-90 hari setelah bunga mekar. Ciri buah belimbing yang sudah saatnya dipanen adalah ukurannya besar (maksimal), telah matang dan warna buahnya berubah dari hijau menjadi putih atau kuning atau merah atau variasi warna lainnya. Hal ini tergantung dari varietas belimbing.

8.2. Cara Panen
Cara panen buah belimbing dilakukan dengan cara memotong tangkainya. Pemetikan buah berlangsung secara kontinyu dengan memilih buah yang telah matang. Waktu panen yang paling baik adalah pagi hari, saat buah masih segar dan sebelum cuaca terlalu panas (terik). Buah belimbing yang baru dipetik segera
dimasukkan (ditampung) dalam suatu wadah secara hati-hati agar tidak memar atau rusak.

8.3. Periode Panen
Periode panen buah belimbing, umumnya penen perdana pada umur 3-4 tahun setelah tanam. Pembungaan dan pembuahan belimbing dapat terus menerus sepanjang tahun, masa panen paling lebat (banyak) biasanya terjadi tiga kali dalam setahun.

8.4. Prakiraan Produksi
Potensi hasil/produksi buah belimbing varietas unggul yang ditanam di kebun secara permanen dan dipelihara intensif dapat mencapai antara 150 - 300 buah/pohon/tahun. Bila jarak tanam 5 x 5 m dengan populasi per hektar antara 250 - 400 pohon dengan produktivitas 150-300 buah/pohon dan berat per buah rata-rata 160 gram, maka tingkat produksi per hektar mencapai 6 - 19 ton.

9. PASCAPANEN

Seusai panen belimbing perlu penanganan pascapanen lebih lanjut, terutama bila jumlahnya melimpah (banyak). Tahapan penangan pascapanen buah belimbing adalah sebagai berikut :

9.1. Pengumpulan
Kumpulkan buah belimbing di suatu tempat atau ruangan yang teduh.

9.2. Penyortiran dan Penggolongan
Pilih buah bedasarkan tingkat kematangan dan ukuran yang seragam. Pisahkan (buang) buah yang rusak, cacat atau diserang hama dan penyakit. Bersihkan buah dari kotoran yang mungkin menempel dengan alat bantu kuat lembut (halus).

9.3. Penyimpanan
Simpan buah belimbing dalam wadah dan ruangan (tempat) yang dingin untuk persediaan keluarga, atau simpan kotak karton berisi buah belimbing di ruangan pendingin bersuhu antara 5-20 derajat C.
9.4. Pengemasan dan Pengangkutan
1) Bungkus tiap buah atau beberapa buah dengan plastik regang atau kertas tissue atau polysterene net.
2) Masukkan buah belimbing ke dalam wadah (kontainer) berupa kotak karton yang bagian dasar dan dindingnya dialasi (dilapisi) busa. Tiap kotak karton berisi maksimal 3 lapis buah belimbing dengan posisi buah bagian pangkalnya berada di bawah. Buah belimbing yang sudah dikemas siap diangkut ke tempat
penjualan/penampungan.


10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

10.1.Analisis Usaha Budidaya
Potensi produksi buah belimbing yang ditanam di kebun secara permanen dan dipelihara intensif, dengan jarak tanam antara 5x5 m atau 6x6 m, bila populasi tanaman belimbing per hektar antara 250-400 pohon dengan potensi produktivitas 150-300 buah/pohon/tahun, dan berat per buah rata-rata 160 gram, maka dapat dihasilkan/tingkat produksi per hektar mencapai 6-19 ton buah belimbing. Pada panen raya belimbing, harga belimbing rata-rata mencapai Rp. 750,- sampai Rp. 5.000,- per kg. Maka kita dapat menghitung berapa Rupiah besar penghasilan yang didapat dalam 1 hektar per tahun. Tentunya setelah dikurangi biaya-biaya produksi yang dikeluarkan, seperti: pembibitan, pemeliharaan, pemupukan, panen/pascapanen, dll.

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Prospek pemasaran belimbing di dalam negeri diperkirakan makin baik. Hal ini antara lain disebabkan oleh pertambahan jumlah penduduk dan semakin banyaknya konsumen menyadari pentingnya kecukupan gizi dari buah-buahan. Pada tahun 1993 Indonesia baru andil 0,4 % dari total nilai impor dunia buah tropis. Bila pada tahun 1989 tingkat konsumsi buah-buahan per kapita penduduk Indonesia hanya mencapai 22,92 kg/tahun, maka untuk mencapai kecukupan gizi yang sesuai dengan anjuran FAO menargetkan rata-rata 60 Kg per kapita per tahun. Salah satu jenis buah potensial yang mudah dibudidayakan untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah belimbing. Perkiraan permintaan setiap tahun semakin meningkat, peningkatan permintaan tersebut adalah sebesar 6,1 %/tahun (1995-2000), 6,5 %/tahun (2000-2005), 6,8 %/tahun (2005-2010), dan mencapai 8,9 %/tahun (2010 - 2015). Jelaslah bahwa prospek usahatani (agribisnis) belimbing amat cerah bila dikelola secara intensif dan komersial, baik dalam bentuk kultur perkebunan, pekarangan, maupun Tabulampot.